Make your own free website on Tripod.com
I K L A N

Iklan Melalui Pantat

Iklan Produk Melalui Media Pantat Wanita

Bukan negara Amerika namanya jika tidak berbuat sesuatu yang spektakuler. Kita semua tau pemain tenis dunia wanita "Steffi Graf"?, Karena kehebatannya dalam olah raga tenis sempat membuat orang-orang Jerman membuat lelucon tak bernilai seperti "Steffi Graf sebaiknya masuk rumah sakit jiwa untuk rehabilitasi mental". Ini adalah ide gila tentunya. Tapi tak herankah Anda, bahwa di Amerika lebih gila lagi. Justru pantat dibisniskan di lapangan tenis Amerika. Coba lihat gambar iklan di samping, empat orang wanita menghadapkan pantatnya kelensa dengan mengenakan kostum celana yang bertulisan iklan "TOOHEYS", serta didampingi dua orang diantaranya sedang tersenyum dan tertawa lebar sambil menunjuk celana tersebut.
Berita ini dikutip dari tabloit Mingguan Olahraga "KOMPOTISI" No. Edisi-09.

Pada gambar kedua di bawahnya juga dapat Anda lihat bagaimana suatu produk di pasarkan dengan pemanfaatan bagian tertentu dari tubuh wanita. Untuk mempromosikan celana dalam merek "SLOGGI" produk TRIUMPH ini haruslah menggunakan bagian asli tubuh wanita agar produk celana dalam tersebut terlihat meyakinkan pada tubuh sipemakai.



Kemudian pada tahun 2002 tepatnya diawal bulan Maret pernah pula diluncurkan iklan dari salah satu produk celana panjang Jeans bermerek "AMCO". Boleh dikata celana ini banyak diganrungi para muda dan mudi di Indonesia, maka tak heran jika produsen merek ini mengencarkan produk iklannya dengan cara yang sensasional walaupun sebenarnya iklan ini tidak mendapat tanggapan dari khalayat ramai utamanya kalangan Islam, Selamatnya iklan ini dari kritikan mungkin disebabkan pemerintah Indonesia belum sempat terlibat dengan urusan macam ini kecuali politik dan partai waktu itu. Iklan ini juga memanfaatkan pantat seorang wanita sedang memakai celana Jeans sambil dilihat dari belakang. Agar dapat terlihat sensual celana tersebut diturungkan hingga menampakkan sebagian belahan pantat wanita tersebut dan seakan tidak mengenakan celana dalam.
Gambar iklan tersebut pernah dimuat pada surat kabar Harian Pagi "FAJAR" Makassar, tanggal 6 Maret tahun 2002, halaman-18. Gambar tersebut juga dapat dilihat pada Web Site http://www.amcojeans.com dalam versi berwarna.







Iklan Penawaran Resor

Penawaran Resor Pun Memanfaatkan Wanita

Anda dapat melihat gambar iklan di samping ini. Berbaring seorang wanita di atas pasir putih dengan latar belakang pantai yang sejuk, wanita disini dimanupulasi sedemikian rupa sebagai putri duyun sehingga nuansa yang dilahirkan gambar ini nampak elegan. Pada bagian atas iklan ini terdapat tulisan "LUAR BIASA" Penawaran Resor yang memberi keuntungan tiap tahun dan didukung oleh manajemen park lane hotels international, dapat Anda miliki dengan harga mulai dari 90 juta!". Demikian bunyi iklan penawaran tersebut dengan penyesuaian gambar yang diinginkan.

Iklan tersebut pernah dimuat dalam majalah "FEMINA" N0. 47/XXIII. terbitan 30 November tahun 1995.



Iklan Radio Tape Mini Compo

Wanita Berpakaian Corak Mellenium

Salah satu merek dagang radio tape yang juga cukup terkenal di Indonesia pada tahun 1990-an "GRUNDIG HI-FI, sempat membuat iklan dengan seorang wanita terban dan melayang di atas Tape Mini Compo. Wanita ini berkostum warna metal yang menggambarkan citra tape Mini Compo tersebut mengarah keteknologi elektronic yang lebih canggih dan berkualitas tinggi. Mini Compo berkualitas buatan Jerman Barat ini, keluar dengan produk barunya VERSION A menyajikan nada lembut, jernih, berdenting dan berdentam dengan sempurna tanpa Anda merasa bising.



Iklan Kamera

Kamera dengan Pemotretan Berganda

Sangat disayangkan bahwa di Indonesia tidak ada batasan aturan berpakaian bagi wanita yang dapat dimuat pada media. Contohnya pada awal tahun 1980-an saja terdapat satu merek dagang Kamera "RICOH 500 GX". Untuk mempublikasikan kamera tersebut, digunakan seorang wanita cantik dengan pakaian dalam sambil wanita tersebut seakan ingin membuka pakaian setengah dadanya (lihat gambar di samping ini). Produk iklan ini menampilkan wanita cantik dengan empat arah dalam satu gambar, hal ini dilakukan sesuai keunggulan kamera tersebut dengan motto "Pemotretan Berganda-Cukup dengan mengungkit 'Multi' Anda dapat merangkaikan bidikan dalam satu gambar yang dramatis". Demikian komentar iklan tersebut. Di bawah iklan ini ditampilkan pengakuan seorang pembawa berita yaitu "Olan Sitompul" tentang keunggulan kamera tersebut.

Iklan tersebut pernah dimuat dalam majalah "TEMPO" terbitan 26 Januari tahun 1980.



Pakaian Dalam Wanita

Promosi Pada Momen Yang Penting

Para pengusaha nampaknya tidak pernah kehabisan ide untuk mengiklankan produknya, salah satu produk iklan pakaian dalam wanita "TRIUMPH" memanfaatkan hari lebaran Islam sebagai ajang promosi yang tepat. Anda dapat melihat gambar iklan di samping ini, sebenarnya di bawah gambar waniat ini terdapat tulisan sebagai berikut:
"SAMBUTLAH LEBARAN" dengan penampilan sempurna, Rasakanlah pesona sentuhan Triumph, menciptakan sensasi sejati dan percaya diri. Di hari lebaran, tampil prima dan mempesona dengan Triumph. Demikin.



Iklan Perumahan dan Sepatu

Iklan Dengan Penyampaian Yang Kabur

Sudah pemandangan biasa bagi kita di Indonesia jika masyarakatnya terbiasa melihat iklan dengan bumbu wanita cantiknya. Namun sangat kita sayangkan jika suatu iklan dengan penyampaian produknya tidak dominan/lebih menyolok dari wanita yang disuguhkannya. Lihat saja kedua iklan disamping ini, Gambar wanita penari Ballet dengan memperlihatkan secara menyolok kostum celana dalamnya, jika dilihat wanita ini lebih dominan membawa pesan di banding produk rumah yang akan dipasarkan. Iklan Perumahan ini pernah dimuat pada koran "KOMPAS" terbitan hari Jumat, 27 Mei Tahun 1988, hal. VIII.
Kemudian pada gambar di bawahnya merupakan iklan produk sepatu. Di sini dapat dilihat bahwa gambar tersebut hanya membawa kesan sensual, dan menghilangkan kesan promosi sepatu sepatu, hal ini tidak ada bedanya dengan iklan pertama di atas yang hanya mendominankan kesan sensual dari pada kesan perumahan atau sepatu. Kedua iklan ini nampak tidak seirama dengan produk yang dipasarkan. Ketidak rasionalan iklan ini dapat kita buktikan dengan kelemahannya, yaitu gambar dapat di tempatkan/gunakan pada produk-produk lain; seperti iklan motor, mobil, pompa air, mesin Foto Copy, produk-produk minuman serta makanan jadi dan lainnya.
Lihat gambar yang lebih jelas di bawah ini.



Iklan Peralatan Mandi

Gaya Beriklan Perlengkapan Kamar Mandi

Rupanya yang satu ini juga tidak mau ketinggalan. Untuk memasarkan produknya juga tidak luput dari memanfaatkan wanita sebagai obyek reklamenya. Hal ini dapat Anda lihat sendiri dengan gaya tampilan reklame dari salah satu produk "Croydex" yang merupakan perlengkapan kamar mandi terpadu buatan England. Wanita yang ditampilkan dalam iklan ini juga berkesan sensual dan lebih menonjol dari produknya. Wanita tersebut ditampilkan dengan gambaran seakan tidak berpakaian lalu menarik bagian perlengkapan ruang mandi sebagai penutup tubuhnya, posisi ini entah sedang atau sudah mandi, yang jelas ia seakan tidak berpakaian.
Hal demikian pula terjadi pada iklan gambar disebelahnya di mana seorang wanita beraksi dalam salah satu produk kamar mandi. Tubuh wanita tersebut hanya ditutupi dengan handuk.



Iklan Minuman

Camus XO

CAMUS XO The World's Most Desired XO Cognac. Demikian janji yang diberikan iklan yang satu ini. Iklan minuman yang satu ini kelihatan sangat jeli menyampaikan pesannya, hanya dengan mensejajarkan tiga gambar yang berbeda hingga membawa kesan/rasa, yakni keunggulan, kelembutan/keramahan. Pada gambar di samping dapat Anda lihat, produk minuman tersebut menggunakan tubuh wanita sebagai salah satu daya tarik iklannya (tanpa memperhatikan gambar asli atau buatan). Gambar wanita tanpa busana dengan bokonnya itu dibuat dengan sentuhan seni, hingga ada kesamaan kesan antara minuman-wanita-kendaraan.



Bust Up 85

Iklan Perawatan Payudara

Iklan alat perawatan payudara, dengan pose/model payudara wanita sesungguhnya merupakan sudah pemandangan biasa bagi warga Jepang. Pemerintahan Jepang sama sekali tidak memberikan sangsi terhadap gambar iklan yang memanfaatkan tubuh wanita secara terbuka. Beda dengan kita di Indonesia yang terikat oleh budaya serta agama yang kuat. Pada gambar nampak dengan jelas penggunaan alat perawatan tersebut dengan media latar belakang payudara sesungguhnya. Karena pemerintahan tidak mengambil tindakan tegas dengan hal-hal demikian serta didukung dengan masyarakat Jepang yang tidak mengadakan perlawanan terhadap kemunculan gambar-gambar telanjang tersebut, maka secara otomatis para produsen barang dan jasa yang ingin beriklan di negara Jepang dapat memanfaatkan situasi tersebut. Maka sesungguhnya ketelanjangan itu hanya dapat dicegah dengan adanya keinginan pemerintah dan masyarakat yang kuat untuk memusuhi/melarang hal-hal yang berbau ketelanjangan.

Gambar disamping ini dikutip dari salah satu majalah terbitan tahun 1998 (Jepang).